Tepat satu tahun sudah estafet kepemimpinan di Kabupaten Karanganyar dinakhodai oleh pasangan H. Rober Christanto, SE, MM dan H. Adhe Eliana, S.E. Sejak dilantik pada Februari 2025 pasca kemenangan di Pilkada serentak, publik menaruh harapan besar pada pundak duet ini untuk membawa Karanganyar melompat lebih tinggi. Satu tahun adalah waktu yang singkat untuk mengubah wajah daerah secara total, namun cukup bagi masyarakat untuk melihat ke mana arah kemudi pemerintahan dibawa.
Secara objektif, tahun pertama Rober-Adhe berhasil menjaga stabilitas sosial dan birokrasi. Visi “Sesarengan Mbangun Karanganyar” mulai diterjemahkan dalam langkah-langkah konkret. Namun, sebagai bentuk dukungan kritis dari masyarakat, ada beberapa catatan strategis yang perlu menjadi perhatian serius dalam memasuki tahun kedua masa jabatan mereka:
1. Akselerasi Infrastruktur Dari “Pemeliharaan” ke “Terobosan”
Slogan “Karanganyar Alus Jalane” adalah janji yang paling dinanti. Di tahun pertama, kita melihat upaya perbaikan di ruas-ruas strategis seperti akses wisata Tawangmangu dan Ngargoyoso. Namun, tantangan infrastruktur Karanganyar bukan sekadar menambal lubang, melainkan memperlebar akses di wilayah blank spot ekonomi dan mitigasi jalur rawan longsor di lereng Lawu. Tahun kedua harus menjadi tahun eksekusi masif. Masyarakat menanti kualitas aspal yang setara, dari Colomadu hingga ke ujung Jatiyoso, tanpa diskriminasi wilayah.
2. Memuliakan Guru Honorer dan Pemerataan Pendidikan
Sektor pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa ditunda. Di tengah dinamika transisi tenaga honorer ke PPPK secara nasional, langkah Pemkab Karanganyar untuk tetap mempertahankan tenaga honorer adalah kebijakan yang sangat humanis. Namun, jangan biarkan pahlawan tanpa tanda jasa ini tersandera oleh ketidakpastian administratif. Banyak sekolah dasar di pelosok Karanganyar yang masih bergantung sepenuhnya pada guru honorer. Janji peningkatan kesejahteraan bagi guru non-ASN, operator, hingga penjaga sekolah yang mendekati angka UMK harus benar-benar terealisasi secara merata. Selain itu, digitalisasi sekolah jangan hanya menjadi kosmetik di pusat kota, anak-anak di Jatipuro atau Jenawi berhak mendapatkan fasilitas teknologi yang sama agar kesenjangan prestasi tidak semakin lebar.
3. Realisasi Janji Sosial
Janji mengenai insentif bagi Guru Ngaji, Penjaga Tempat Ibadah, Linmas, hingga Kader Posyandu adalah “janji hati” yang menyentuh akar rumput. Setelah satu tahun fase pendataan dan verifikasi, masyarakat menanti realisasi penuh. Pastikan sistem distribusi insentif ini transparan dan tepat waktu. Digitalisasi data kesejahteraan sosial harus menjadi prioritas agar bantuan pemerintah benar-benar mendarat di tangan yang berhak tanpa potongan birokrasi.
4. Pertanian dan Pemanfaatan Bendungan Jlantah
Sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Tengah, kehadiran Bendungan Jlantah yang telah selesai adalah peluang emas. Segerakan integrasi jaringan irigasi hingga ke tingkat tersier. Jangan sampai bendungan sudah megah, namun petani di hilir masih kesulitan air atau terjepit masalah kelangkaan pupuk. Sinkronisasi dengan pemerintah pusat untuk menjamin kuota pupuk murah harus terus diperjuangkan dengan lobi politik yang lebih kuat.
5. Menghidupkan Napas Ekonomi Kreatif Pemuda
Karanganyar memiliki bonus demografi yang besar. Fasilitas publik seperti GOR RM Said dan alun-alun yang telah direvitalisasi harus diisi dengan konten yang produktif bagi anak muda. Kami mendorong Bapak Bupati dan Wakil Bupati untuk lebih intens merangkul komunitas kreatif. Berikan mereka ruang untuk berinovasi, bukan sekadar menjadi penonton pembangunan di daerahnya sendiri.
Satu tahun pertama adalah fase “menanam pondasi”. Pak Rober dengan pengalamannya sebagai birokrat ulung dan Pak Adhe dengan energi mudanya adalah kombinasi yang menjanjikan. Kita semua berharap, di tahun-tahun mendatang, “Bumi Intanpari” bukan hanya sekadar nama, tapi benar-benar menjadi daerah yang maju secara fisik dan mulia secara kesejahteraan masyarakatnya.
Selamat bekerja untuk tahun kedua yang lebih progresif, Pak Rober dan Pak Adhe!
Salam Hangat dari Kami Perempuan Nasyiah Karanganyar….



